Channel itu biasanya sudah berisi anggota-anggota tetap, ditambah dengan moderator dan pemilik ruangan.

Buktinya warung internet (warnet) selalu menyediakan layanan tersebut di setiap komputer.m IRC sangat berbeda dari aplikasi Whats App dkk.

Layanan atau aplikasi m IRC sangat populer pada tahun '90-an.

Jika ditanya ke anak-anak sekarang, apalagi tidak pernah menyentuh atau mendengar ASL PLS, pasti akan kebingungan. Saya sempat menanyakan hal tersebut ke beberapa orang kelahiran tahun '90-an.

Yah, meski m IRC begitu berjaya pada tahun segitu, anak-anak itu baru lahir, pastinya belum menyentuh internet kala itu.

Menariknya lagi, channel tersebut seringkali berkembang. Kegiatan ngobrol tidak hanya dilakukan di dunia maya saja, tetapi berkembang ke dunia nyata alias gathering atau kopi darat (kopdar).

Apabila sudah mengenal satu sama lain, pengguna m IRC bisa melakukan dari orang yang ingin dikirimkan pesan.

Bisa dikatakan, ini merupakan cara cepat untuk menanyakan informasi dasar dari si pengguna lain.

Biasanya sih, jika pria menerima jawaban M (pria lain), dia akan langsung tutup window chat dan mencari pengguna lain.

ASL PLS sendiri merupakan kata sapaan atau pembuka saat chatting dengan pengguna yang tidak kita kenal.

ASL PLS sendiri merupakan kependekan dari Age (umur), Sex (jenis kelamin), dan Location (lokasi). Cara menjawabnya kira-kira seperti ini, 30 (ya saya sudah setua itu), M (jenis kelamin pria, male), dan JKT (singkatan untuk Jakarta).

Pengguna bisa memilih channel mana yang menurutnya paling sesuai berdasarkan nama itu.